Waspada Hantavirus
Kenali, Cegah, Lindungi Diri dan Keluarga

Rodensia atau hewan pengerat seperti tikus dan celurut memiliki peran utama dalam penularan berbagai penyakit zoonosis berbahaya. Selain Leptospirosis dan Pes, salah satu yang perlu diantisipasi adalah Penyakit Virus Hanta (Orthohantavirus).
🖱️ Reservoir Utama di Indonesia
Berbagai jenis tikus telah terkonfirmasi sebagai pembawa virus ini, di antaranya:
• Rattus norvegicus (Tikus Got)
• R. tanezumi (Tikus Rumah)
• R. exulans (Tikus Ladang)
• Mus musculus (Mencit Rumah)
*Dapat ditemukan di lingkungan rumah, sawah, ladang, hingga hutan.
⚠️ Cara Penularan
Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan ekskresi tikus (saliva, urin, feses) melalui:
- Kontak dengan kulit yang luka.
- Membran mukosa mata, mulut, dan hidung.
- Aerosol: Menghirup debu/partikel halus yang terkontaminasi.
🌡️ Gejala Klinis (Tipe HFRS)
Di Indonesia, strain paling sering ditemukan adalah Seoul Virus (SEOV) dengan gejala:
Demam
Sakit Kepala
Nyeri Punggung
Mual
Ruam Kulit
Tahap Lanjut: Gangguan sistem pernafasan, gagal ginjal, hingga gangguan saraf.
🛡️ Langkah Pencegahan Utama
✅Menjaga kebersihan rumah dan pengelolaan sampah dengan benar.
✅Gunakan Masker & Sarung Tangan saat membersihkan area yang dilalui tikus.
✅Gunakan disinfektan untuk membersihkan kotoran/urin tikus.
✅Cuci tangan pakai sabun (40-60 detik) secara rutin.
Cegah dari Sekarang, Lindungi Diri dan Keluarga!
Tindakan pencegahan dimulai dari lingkungan terkecil kita: Rumah.
© 2026 UPTD Puskesmas Klungkung II – Tim SIP